ccc-logo2
bali | 2 min read

Sebuah Perubahan Paradigma Konstruksi BIM Dimensi Kelima: Bianglala KSO Tirta dan Proyek RS Sanjiwani Gianyar

Denpasar – Implementasi BIM dimensi kelima menjadi sebuah paradigma baru yang akan membuat perubahan secara masif dari industri konstruksi nasional, memicu transformasi dari sektor jasa industri konstruksi dari manual menjadi berbasiskan konstruksi digital.

File_025

PT Bianglala KSO Tirta, selaku kontraktor utama dari Bali telah melihat jauh kedepan sejak 2020, dan memutuskan untuk mengadopsi teknologi BIM dimensi kelima, dan menerapkannya pada pilot project di RS Sanjiwani Gianyar. Dalam implementasinya, PT Bianglala KSO Tirta mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi konstruksi dengan pemanfaatan 2 software BIM dimensi kelima, yaitu Cubicost TAS (Estimasi Kuantitas untuk Arsitektur-Struktur) dan Cubicost TRB (Estimasi Kuantitas untuk Pembesian).

Bapak Ngurah Putrawan selaku MK dari PT Bianglala KSO Tirta memberikan apresiasi pada implementasi program Cubicost TAS dan TRB, yang dapat mecegah double counting pada saat pelaksanaan, sehingga transparansi dalam konstruksi digital dapat dipertanggungjawabkan..

Bapak Bonny Reinhard Immanuel selaku Business Development Manager dari Glodon Indonesia menyatakan harapannya bahwa implementasi teknologi BIM dimensi kelima yang telah diimplementasikan oleh PT Bianglala KSO Tirta dapat menjadi pionir yang memicu transformasi industri konstruksi di kawasan Bali untuk menjawab tantangan digitalisasi seperti yang tertuang pada regulasi baru, seperti PP 16/2021.

Dalam implementasinya, PT Bianglala KSO Tirta dipandu oleh PT Glodon Technical Indonesia, yang selain menyediakan perangkat lunak, juga memberikan Project Guidance yang didesain untuk mempermudah dan mempercepat implementasi teknologi BIM untuk dapat dimanfaatkan oleh PT Bianglala KSO Tirta.

Implementasi tersebut merupakan bagian dari upaya PT Bianglala KSO Tirta dan Glodon Indonesia untuk memajukan sektor industri jasa konstruksi di kawasan Bali dan sekitarnya untuk menuju konstruksi berbasiskan digitalisasi melalui implementasi nyata di lapangan.


 

Denpasar - The implementation of the fifth dimension of BIM becomes a new paradigm that will make a massive change of the national construction industry, triggering a transformation from the construction industry service sector from manual to digital construction-based.

File_023

PT Bianglala KSO Tirta, as the main contractor from Bali has looked far ahead since 2020, and decided to adopt the fifth dimensional BIM technology, and apply it to the pilot project at Sanjiwani Hospital Gianyar. In its implementation, PT Bianglala KSO Tirta is able to increase construction effectiveness and efficiency by utilizing a pair of 5D BIM software, namely Cubicost TAS (Estimated Quantity for Architecture-Structure) and Cubicost TRB (Estimated Quantity for Reinforced-Bar).

Mr. Ngurah Putrawan as the Constitutional Court of PT Bianglala KSO Tirta gave his appreciation for the implementation of the Cubicost TAS and TRB programs, which can prevent double counting during implementation, so that transparency in digital construction can be accounted for.

Mr. Bonny Reinhard Immanuel as Business Development Manager of Glodon Indonesia expressed his hope that the implementation of the fifth dimensional BIM technology that has been implemented by PT Bianglala KSO Tirta can become a pioneer that triggers the transformation of the construction industry in the Bali region to answer the challenges of digitalization as stated in the new regulations, such as PP 16/2021.

In its implementation, PT Bianglala KSO Tirta is guided by PT Glodon Technical Indonesia, which in addition to providing software, also provides Project Guidance which is designed to simplify and accelerate the implementation of BIM technology to be utilized by PT Bianglala KSO Tirta.

This implementation is part of the efforts of PT Bianglala KSO Tirta and Glodon Indonesia to advance the construction service industry sector in the Bali and surrounding areas towards digitalization-based construction through real implementation in the field.

Related Posts: